Sisi MaritimMengapa kehidupan bawah air Komodo begitu istimewa? Jawabannya terletak pada geografis bawah airnya, dengan peregangan timur dan barat antara dua pulau yang tipis memanjang (Flores dan Sumbawa) sejauh ratusan kilometer, celah-celah kecil antara kedua pulau besar itu menyebabkan Rinca dan Komodo mendapat hempasan arus deras. Arus inilah yang membawa semua nutrisi dan menarik ribuan ikan pelagik besar..… Perbedaan pasang surut antara bagian utara dan selatan Komodo dapat melebihi dua meter, menciptakan arus yang mampu mencapai 10-15 knot di beberapa tempat, perpindahan air melalui celah saluran- saluran ini dapat mencapai jumlah yang menakjubkan yakni 50 sampai 100 miliar meter kubik per jam ... Karang-karang, pegunungan-pegunungan laut , pulau-pulau dan puncak-puncak di area ini menciptakan situs-situs penyelaman unik yang tak tertandingi oleh tempat lain di Indonesia ... Hebatnya lagi, keanekaragaman, yang menjadi ciri khas koral segitiganya , menghadirkan anda pada salah satu tempat di dunia yang memiliki jumlah ikan dan spesies koral tertinggi. Ratusan teluk kecil di seluruh taman menghadirkan nuansa pelabuhan yang begitu nyaman, menjadikan Taman Nasional Komodo satu tujuan utama liveaboard dunia. Di daratanCara terbaik untuk melihat Kepulauan Komodo, dan Taman Nasional Komodo, (seperti kebanyakan di Indonesia) yakni dari kapal yang membawa anda dengan aman dan nyaman. Selain memfokuskan diri pada operasi penyelaman, kami pun dengan senang hati melakukan perjalanan non-diving untuk mereka yang ingin menjelajahi destinasi yang menawan. Jika anda bersama kami, kita akan mengunjungi fasilitas taman yang telah didirikan juga destinasi yang jarang sekali dikunjungi orang. Ada begitu banyak aktifitas juga destinasi bagi group dan pasangan non-penyelam. Berikut ini adalah sejarah alam Taman Nasional Komodo: Komodo berada pada 200 mil laut pada bagian timur Bali antara pulau Flores dan Sumbawa. Komodo terkenal di mata dunia karena naganya, kadal terbesar di dunia yang masih hidup. Di tahun 1980 dideklarasikan Indonesia sebagai area Taman Nasional, dan pada tahun 1992 Komodo dideklarasikan sebagai World Heritage Site atau Situs Warisan Dunia. Mencakup 239.000 hektar termasuk 75.000 hektar daratan di 4 pulau besar dan beberapa pulau kecil. Sama seperti sebagian besar wilayah di Indonesia, Komodo muncul dari satu rantai gunung berapi, terapit di antara dua benua besar, hubungan antara pulau-pulau vulkanis membentuk bagian tenggara mencapai apa yang disebut dengan ring of fire atau “cincin api”. Baik bagian atas maupun bagian bawah laut, Komodo merepresentasikan satu keanekaragaman geologi dan biologi nan unik. Pada bagian pesisir terdapat sebuah museum diorama era Mesozoikum menakjubkan – tundra kering dan supremasi reptil. Naga Komodo (Varanus komodoensis) adalah kadal terbesar di dunia. Terkenal juga dengan sebutan varanid atau biawak, tumbuh hingga 3 meter panjangnya dan beratnya sekitar 125 kg. Pada bagian teratas dalam rantai makanan Komodo adalah predator yang waspada dan gesit, yang patut dihargai. Bakteri dan gigitan berbisa mereka sanggup mematikan tanpa bisa diobati. Ekor mereka pun merupakan senjata ampuh dan berbahaya, yang dapat merontah dengan tulang yang melumpuhkan kekuatan. Lidah bercabangnya yang kerap menjulur keluar memberikan indra penciuman yang tajam. Bisa saja mereka menjadikan anda sebagai santapannya, akan tetapi mereka telah bertanggung jawab atas kematian beberapa penduduk desa yang justruh menghormati mereka sebagai “Ora-Ora.” Mereka juga bertanggung jawab atas lenyapnya seorang fotografer Belanda pada tahun 1975. Hanya kamera dan topinya yang ditemukan. Selain naga Komodo yang terkenal itu, penghuni pulau yang jumlahnya lebih besar lagi adalah Kerbau, Rusa, Monyet, Babi dan Kuda. Selanjutnya ada Katak, Ular dan Kadal yang limpah rua hidup di pulau ini. Tak lupa endemik bernama Komodo Rat atau Tikus Komodo. Lebih dari 150 jenis burung sudah terindentifikasi di Taman Nasional Komodo, kebanyakan merupakan burung migran dan lebih mencerminkan spesies Australia ketimbang Asia. Spesies beda seumpama megapodes, kakatua berjambul kuning, merpati imperial, elang laut berdada putih dan burung maleo. Dengan curah hujan terendah di Indonesia, Flora dan Fauna Komodo lebih mirip landskap Australia daripada lingkugan tropis khas Bali. Penuh tebing, serta gunung-gunung berbatu yang curam menjangkau kaki langit memberikan penampilan yang luar biasa. Dalam kontras pantai bergurun-pasir merah muda, mengundang wisatawan untuk singgah dan menjelajahi perbukitan serta bibir pantai di sebagian besar pulau-pulau tak berpenghuni. Kekeringan dan dibakar matahari di hampir sepanjang tahun, setelah hujan monsunal, gunung-gunung pun berubah dengan selimut lembut tebal rerumputan hijau. Lembah terisi kabut menghujam jauh ke jantung pulau. Berjejal pohon dan dengan iklim mikronya, menjadi rumah bagi konsentrasi besar satwa liar. Bukit dan dataran tinggi dipenuhi padang rumput savanna. Menghidupi spesies ternak. Rusa (Cervus timorensis), Banteng (bubalus bubalis), Babi hutan (Sus scrofa), Monyet Makaka (Macaca fascicularis), dan Kuda liar (Equus gaballus) berkeliaran di perbukitan. Was-was akan ancaman yang selalu hadir dari predator naga. Kini terdapat sekitar 2.300 ekor komodohidup di Taman Nasional Komodo, tersebar di 3 lokasi (Komodo, Rinca dan Kerora). Fasilitas dasar bagi pengunjung tersedia di pos-pos ranger utama di Pulau Komodo dan Rinca. Tidak diragukan lagi, tanah yang kontras karena kemarau panjang, supremasi reptil, amukan arus dan akses yang sulit telah lama memberi andil dalam melindungi surga kelautan ini. Kami sangat peduli terhadap lingkungan tempat kami beroperasi dan sangat antusias untuk melindungi masa depan lingkungan ini. Kami bekerja sama dengan Manajemen Taman Nasional untuk membantu melindungi dan melestarikannya.
|
Select Your Liveaboard Plan
MV Charlie,
SV Monalisa,
SMY Mangguana,
|
|
|
Komodo Cruises - Komodo Liveaboard Dive Cruises |
||

Day Diving boat
Classic schooner
NEW , big cabins